Ancaman Kepunahan Kura-Kura Di Bengkulu

Sejak November tahun lalu, banyak penyu laut yang terancam punah dan banyak yang mati di perairan dekat pabrik pembangkit listrik pembuangan limbah, Teluk Sepang, Bengkulu.

senapananginpedia.com

Kematian satwa liar laut yang jadi penanda periode percobaan investasi pembangkit listrik di Cina kabarnya akan secara resmi beroperasi dalam waktu dekat.

Berbagai kelompok mendesak Presiden Jokowi untuk menghentikan proyek ini sangat berbahaya dan bukan mendorong transisi energi terbarukan, bersih dan adil. Pius Ginting dari ekologi dan emansipasi Rakyat (AEER) mengatakan, sejak awal, PLTU Telukang adalah proyek yang mendapat penolakan besar dari warga Bengkulu.

Lokasi konstruksi pembangkit listrik, katanya, ada di Pulau Baai Bengkulu, tidak sama dengan isi dokumen yang telah ada yang menyatakan daerah konstruksi di Bengkulu Utara.

Jika PLTU Teluk Sepang tetap jalan, katanya, akan merusak kehidupan laut karena Pantai Bengkulu adalah bagian dari Pantai Barat Sumatra, yang dalam kategori laut kaya akan keanekaragaman hayati.

Proyek pembangkit listrik, yang masuk dalam program 35.000 MW didanai oleh Investasi Cina, yaitu kekuatan PT Intraco Tbk.

Cina adalah salah satu investor terbesar untuk program-berbasis energi adalah batubara kotor. Di negaranya sendiri, Cina telah menghentikan pembangunan batubara yang membakar pembangkit listrik dan beralih ke energi terbarukan.

Ironisnya, kata Pius, pada tanggal 2020 Oktober Cina menjadi tuan rumah Konferensi keanekaragaman biologis UN-25.

Menurut senapananginpedia.com Bengkulu mencatat, sejak masa percobaan pada 19 September 2019, limbah panas yang keluar perushaan tersebut diduga menjadi penyebab kematian 28 kura-kura laut di Bengkulu, terutama di Teluk Sepang.

Kura-kura ini ditemukan tewas tidak jauh dari limbah Teluk Sepang. Dia mengatakan, hasil ini sangat meragukan. Berdasarkan informasi dari Lembaga Pelestarian internasional, Lampedusa Sea Turtle Center, Italia, jenis kedua bakteri umum di laut patogenik rendah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *