ekonomi digital indonesia

Ekonomi digital Indonesia perlu ditopang oleh warga negara yang tidak melek ekonomi. Bahkan dari satu juta populasi yang ada di Indonesia hanya bisa menggunakan teknologi dengan terampil sebanyak 278 teknisi. Jika dibandingkan dengan negara lain, maka Malaysia dan Vietnam punya lebih dari Indonesia.

Malaysia dapat menghasilkan teknisi yang dapat menggunakan teknologi dengan baik sampai 1834 talenta dalam 1 juta populasi. Sedangkan  Vietnam mempunyai 1094 talenta yang bisa menggunakan teknologi dalam jumlah populasi yang sama.

Ekonomi Digital Tidak Dipelajari di Semua Universitas

ekonomi digital indonesia

Selain warga awam  yang tinggal di daerah terpencil yang memang bisa dimaklumi jika tidak bisa menggunakan teknologi. Tetapi hingga saat ini masih banyak mahasiswa belum bisa memanfaatkan perkembangan teknologi dalam aspek kehidupannya.

Mengingat saat ini hampir semua aktivitas dikendalikan oleh teknologi, maka Indonesia akan semakin tertinggal jika di tahun berikutnya kondisi masih sama dengan tahun ini.  Salah satu penyebabnya, masalah talenta digital  ataupun pertumbuhan ekonomi digital tak dimasukkan atau tidak dipelajari di universitas.

Jika mungkin ada, itu bisa dihitung dengan jari. Kondisi ini memperparah kurang terampilnya warga negara Indonesia memanfaatkan teknologi. Ini bisa disebabkan  karena kebanyakan orang masih mementingkan teori saja tanpa praktik.

Tetapi jika berkaitan dengan teknologi sangat penting ada tindakan langsung, sebab jika hanya mempelajari teori dari dosen ataupun dari berbagai buku, maka sampai kapanpun tak akan pernah bisa menggunakan teknologi.

Investasi Digital Indonesia

Hingga saat ini jika dilihat dari segi jumlah, investor Indonesia masih memegang porsi terbesar dalam menguasai investasi digital Indonesia yaitu sebesar 54 persen. Namun jika dilihat dari segi nilai, maka ekonomi digital Indonesia sebanyak 72 persen masih diandalkan dan dipegang oleh investor asing.

Baca Juga: Langkah Memulai Bisnis Kaos Dakwah

Investor lokal Indonesia saat ini masih memberikan dana saat proses pendanaan awal. Sedangkan pihak pemodal asing atau global mereka mengincar pendanaan  pada tahap selanjutnya. Alasan dilakukan pemberian dana pada tahap selanjutnya tentu karena mereka lebih memahami tentang nilai investasi itu sendiri dibandingkan warga negara Indonesia.

Sebenarnya gelagat pemodal asing yang akan mengambil alih perekonomian Indonesia sudah dicurigai sejak awal. Kini perusahaan lokal sudah mulai sadar, bahwa jika ingin bertarung di era yang hampir semua lapisan kehidupan berbasis digital tak perlu malu jika mengambil alih bisnis startup dibandingkan membuatnya sendiri. Sebab dengan mengambil alih terbukti lebih  mampu dan lebih sukses di bidang ekonomi dan nilai investasi.

Harapan Perkembangan Ekonomi Digital Indonesia

Jika dilihat saat ini sesuai yang telah disebutkan di atas, meleknya pemanfaatan dan pemahaman akan teknologi membuat harapan pemerintah lebih tinggi agar Indonesia lebih maju ke depannya. Maka perusahaan berbasis digital harus lebih berusaha dan maju lebih tinggi di tahun berikutnya.

Jika tidak, maka harapan ekosistem ekonomi digital paling besar yang akan dimiliki Indonesia tentu tak akan terwujud. Masyarakat pun harus berusaha memperbaiki keadaan ekonomi negara dengan menggunakan produk dan jasa lokal atau milik Indonesia. Terus pelajari dan terapkan berbagai teknologi digital dalam semua aspek kehidupan.

Mengingat semakin banyak aplikasi digital yang berhubungan dengan kondisi perekonomian Indonesia berbasis digital, maka pemanfaatannya pun harus ditingkatkan. Jika tidak untuk apa semua aplikasi itu dibuat.

Meningkatnya sistem perekonomian berbasis digital tentu bagus untuk negara Indonesia, apalagi negara maju di luar sana sudah lebih bagus kualitasnya dari negara Indonesia. Maka ekonomi digital Indonesia pun harus mampu bersaing hingga ke tingkat internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *