Beli Rumah Saat Rupiah Melemah Bagian 2

Saat Tepat Membeli Rumah

Lalu tepatkan membeli rumah saat krisis seperti ini? Sebagai seorang pengamat properti, Eddy Ganefo dengan lugas mengatakan YA. Kondisi tersebut berlaku bagi Anda yang ingin membeli rumah di bawah Rp 1 milyar. Pasalnya, di satu sisi pengembang diterpa krisis ekonomi, tapi di sisi lain mereka dituntut untuk terus menjual dan mendapatkan pemasukan.

Di sinilah Anda bisa menciptakan peluang. “Biasanya masyarakat takut atau enggan untuk membeli rumah. Mereka lebih memilih menunggu kondisi ekonomi kembali normal ketimbang membeli. Padahal, saat kondisi ini dapat Anda manfaatkan untuk bernegosiasi hingga mendapatkan harga terbaik,” tutur Eddy. Hal serupa disampaikan Indra. Ia berpendapat saat masyarakat melihat dan memantau situasi perekonomian, ini justru dapat dimanfaatkan untuk membeli rumah.

Indra membeberkan kenaikan harga properti setiap tahunnya sebesar 10-15%. Hal tersebut mengindikasikan harga properti akan terus melonjak setiap tahun sehingga ketimbang menunggu, tak ada salahnya melakukan penawaran. Toh, biasanya saat sektor properti sedang mengalami keterpurukan, pengembang akan memberikan keringanan dan kemudahan bagi calon konsumen sehingga mereka mendapatkan harga yang disepakati.

Hat-Hati Bank Perketat KPR

Pendapat berbeda diutarakan Ferry Salanto, Associate Director dari Colliers International (lembaga riset properti). Menurutnya, saat perekonomian sedang tidak stabil sebaiknya calon konsumen membeli rumah secara tunai tanpa perlu mengajukan KPR.

Pasalnya, pada saat krisis ekonomi bank akan lebih waspada dalam memberikan kredit pembiayaan rumah (KPR). Mereka berasumsi krisis ini akan membawa dampak besar pada melemahnya pendapatan masyarakat, misalnya bila terjadi PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Oleh sebab itu, mereka berusaha menekan angka KPR macet dengan memperketat pengajuan KPR.

Bunga bank yang fluktuatif (tak menentu) pun diindikasikan menjadi faktor yang kelak akan membebani konsumen saat membeli dengan sistem KPR. “Bank biasanya akan memperketat pengajuan KPR di saat kondisi krisis seperti sekarang, makanya bila Anda ingin membeli sebaiknya benar-benar memiliki dana yang cukup dan memang murni untuk memenuhi kebutuhan papan,” ujar Ferry menyarankan. Ferry memprediksi di pertengahan tahun 2016 mendatang, “nyawa” sektor properti tanah air akan berangsur pulih.

Meskipun rumah KPR namun tentunya tidak lengkap apabila tidak adanya genset. sangat penting adanya genset untuk listrik alternatif ketika listrik PLN sedang padam. harga genset yang murah untuk rumah tangga bisa didapatkan di toko jual genset silent 500 kva di Jogja. Salah satu toko resmi genset silent di Jogja adalah PT. Rajawali Indo yang memberikan garansi dan harga bisa dinegosiasi.

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *