Pelaku UMKM Mendapat Bantuan Dari Fintech

Pelaku UMKM Mendapat Bantuan Dari Fintech

Pelaku UMKM Mendapat Bantuan Dari Fintech – Kontribusi fintech lending (fintech) di Indonesia telah menyerap sebanyak 215.422 tenaga kerja, termasuk di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dengan adanya peningkatan penyaluran kredit dari fintech lending ke sektor UMKM ini, tentunya sangat membantu para pelaku usaha tak terkecuali UMKM untuk mengembangkan usahanya. Deputi Direktur Perizinan dan Pengawasan Financial & Technology OJK Rati Connie Foda menyampaikan alasannya. Menurutnya, secara elektronik, fintech lending dapat terintegrasi dengan e-commerce, e-logistic, dan aggregator, dan itu sangat membantu pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya.

Apalagi fintech lending juga berkolaborasi dengan 12 kategori layanan pendukung lainnya dalam rangka memberikan layanan yang semakin aman, cepat, dan mudah bagi pengguna, ujar Connie saat menjadi pembicara pada acara Ngobrol, kerja sama Tmedia ternama dengan Otoritas Jasa Keunagan (OJK), di Gedung Balai Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 24 April 2019. Acara yang dimoderatori Direktur Info Media Digital Tempo Tomi Aryanto itu mengangkat tema Manfaat Ekonomi Fintech Lending. Kata Connie, fintech lending hinggi kini semakin menunjukkan perkembangan.

Untuk posisi Maret 2019, perusahaan fintech terdaftar dan berizin sudah mencapai 106, terdiri dari 103 konvensional dan tiga syariah, dengan komposisi lokal 74 dan 32 Penanaman Modal Asing (PMA). Untuk jumlah akumulasi rekening lender, per Maret 2019 ada 272.548 entitas atau meningkat 31,31 persen year to date (ytd), akumulasi rekening borrower 6.961.993 entitas atau meningkat 59,70 persen ytd. Akumulasi jumlah pinjaman mencapai Rp 33,20 triliun, meningkat 46,48 persen ytd, dan akumulasi jumlah pinjaman Rp 7,79 triliun atau meningkat 54,34 persen ytd. Connie menyampaikan kontribusi fintech lending di Indonesia telah menyerap sebanyak 215.422 tenaga kerja. Fintech lending telah membuktikan mampu meningkatkan penyaluran kredit khususnya pada sektor UMKM di Indonesia.

Litani Satyawati pun mengajak semua pelaku UMKM di Kota Semarang yang hadir saat itu untuk segera mengubah pola piker mereka ke arah teknologi keuangan atau fintech. Karena, menurutnya, fintech merupakan salah satu untuk memecahkan kebuntuan UMKM terutama dalam mencari akses pendanaan yang cepat. Dia mengatakan bahwa perkembangan teknologi, tuntutan layanan transaksi, informasi yang cepat telah menyebabkan perubahan gaya hidup di masyarakat yang kemudian mengarah ke fintech. Yang awalnya dalam membayar harus bertatap muka dan membawa sejumlah uang kas, kini dapat dengan transaksi jarak jauh dengan melakukan pembayaran yang dapat dilakukan dalam hitungan detik saja, ujarnya.

Bila anda sudah mendapat bantuan sejumlah dana dari fintech untuk mengembangkan usaha, jangan lupa untuk mempelajari bagaimana cara melunasi hutang dengan cepat, sebab pinjaman tersebut ada bunga setiap bulanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *