Saat seseorang mengkritik anime maka akan ada orang yang memandangnya sebagai orang yang tidak sopan tidak menghargai karya seseorang padahal seorang yang mengkritik tersebut tidak mempunyai karya apapun. Nah kali ini kita akan membahas sedikit serius kalian harus teleti dan baca dengan baik baik .

Orang orang yang berfikir kalau kita tidak boleh mengkrtik sebuah anime dengan ngomong “ Emang lu bisa gambar?” “emang lu bisa bikin anime”  daripada kalian capek capek ngomong begituan yuk biar saya bantu jelaskan apa itu industri anime.

Industri anime di era ini sudah besar bahkan sudah selevel multi nasional sehingga banyak peminat yang tertarik ingin masuk bisnis studio animasi yang membuat anime. Sudah pasti uang adalah salah satu tujuan utama mendirikan perusahaan studio animasi, studio animasi itu penuh dengan orang yang pekerja keras dan seperti yang kita tahu bekerja di studio animasi itu bukanlah mudah. https://www.teambatch.me/

Bagaimana Proses Pembuatan Anime

Dari nol hingga bisa tayang, hal pertama yang perlu disiapkan adalah Script. Script sendiri berisikan alur cerita percakapan tokoh background animasi dan detail penting lainnya yang akan membantu kerja animator nantinya, untuk membuat cerita di skripsi bukanlah hal yang mudah butuh yang namanya ketekuhan dan kegigihan, jadi sudah hal yang biasa banyak anime mengadaptasi dari komik, novel, bahkan game.

Yang kedua adalah design karakter kalo ga ada kalian mau lihat apa? Karakter karakter anime favorit kalian itu butuh proses karya penciptaan manusia bagaiman dari wajah sifat dll itu semua disiapkan dulu sampai jadi.

Yang selanjutnya adalah urusan suara seperti sound effect dan seiyuu tanpa sfx atau tanpa suara dari seorang seiyuu bayangkan kalian nonton anime tanpa suara sama sekali.

Yang ketiga adalah animasi mau sejelek apapun animasi kalian pasti lebih milih gambar bergerak dari pada gambar diam seperti komik dan animasi juga dibuat agar kita tidak perlu repot repot ngebayangin gerakan sebuah gambar.

Jadi dari tahap seperti itu saja udah kebayang betapa repot nya dan ngga harus bisa buat anime untuk mengkritik anime.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *